(VOVworld) – Sebagai salah seorang diantara 10 warga yang terkemuka dari ibu kota Hanoi pada tahun 2015, artisan Nguyen Thi Tam juga adalah orang yang melanjutkan bengkel pertenunan tradisional di desa kerajinan sutra Van Phuc, kabupaten kota Ha Dong, kota Hanoi. Saban hari, dia tetap asyik mempertahankan dan mewariskan kejuruan untuk membawa brand sutra Ha Dong ke semua penjuru Tanah Air dan sahabat internasional.

Tidak hanya melakukan penemuan dan penelitian untuk mengeluarkan produk-produk sutra yang tipikal ke pasar, basis pertenunan sutra dari ibu Tam selalu menjadi pelopor dalam aktivitas sosialisasi produk desa kerajinan, misalnya ikut serta dalam kontes, pekan raya untuk memperkenalkan produk di kota Hanoi, kota Hue, provinsi Quang Ninh dan lain-lain serta di banyak negara di dunia seperti Perancis, Jerman, Singapura, Tiongkok. Produk sutra Van dengan tema “Seribu tahun kota Thang Long-Hanoi” yang dirancang oleh artisan Nguyen Thi Tam telah dipilih oleh kota Hanoi sebagai bingkisan untuk rombongan-rombongan tamu internasional yang menghadiri Mega Perayaan Seribu Tahun Thang Long-Hanoi. Pada tahun 2011, produk “Sutra Van dengan dua naga” ciptaan artisan Nguyen Thi Tam telah mendapat surat pengakuan dari Komite Rakyat kota Hanoi sebagai produk industri pedesaan yang tipikal. Pada tahun 2012 dan 2013, beberapa produk khas yang dihasilkan oleh keluarganya juga dipilih oleh Kementerian Pertanian dan Pengembangan Pedesaan Vietnam dan Komite Rakyat kota Hanoi sebagai produk tipikal. Khususnya, pada tahun 2.000, dia telah berhasil memulihkan 18 koleksi busana kerajaan Hue, turut mengkonservasikan dan menjaga nilai-nilai budaya tradisional dari Tanah Air. Selama bertahun-tahun ini, basis pertenunan pimpinan ibu Tam dan desa sutra Van Phuc menyambut kedatangan ribuan wisatawan mancanegara dan delegasi-delegasi tingkat tinggi dari negara-negara lain.

Selalu demi kejuruan, selalu mencari dan memberikan andil kepada perkembangan desa kerajinan, maka ibu Tam telah membuka kursus-kursus pelatihan untuk meningkatkan taraf kejuruan kepada barisan tukang generasi muda. Pada setiap hari, dia sendiri juga dengan sepenuh hati mewariskan kejuruan kepada barisan tukang muda agar semua inti sari kejuruan menenun sutra tidak hilang. Saudari Nguyen Mai Anh, seorang tukang muda yang sedang belajar kejuruan memberitahukan: “Ibu Tam mempunyai satu rasa cinta dan kegandrungan yang kuat terhadap kejuruan. Dia mewariskan kejuruan secara sangat teliti dan sepenuh hati kepada kami. Dengan demikian, kami benar-benar tertarik pada kegandrungan dan keinginan menjaga kejuruan tradisional ini, jadi bukanlah kejuruan lain”.
Tidak hanya menghidupkan kembali satu desa kerajinan, ibu Tam juga aktif ikut serta dalam pekerjaan sosial. Ibu Do Thi Ha, Wakil Ketua Komite Rakyat kecamatan Van Phuc, kabupaten kota Ha Dong memberitahukan bahwa ibu Tam telah memberikan sumbangan tidak kecil dalam mengembangkan desa kerajinan di daerah dan memecahkan masalah lapangan kerja untuk banyak pekerja serta turut membangun kampung halaman menjadi semakin sejahtera dan indah. “Basis pertenunan sutra yang dimiliki ibu Tam memberikan banyak sumbangan yang sangat efektif dan praksis, menciptakan lapangan kerja kepada para pekerja setempat dengan pendapatan sebesar kira-kira 5 juta dong Vietnam per bulan. Di samping itu, dia juga adalah seorang petugas gerakan, ikut serta dalam gerakan di daerah”.
Di samping menjaga inti sari kejuruan tradisional, artisan Nguyen Thi Tam menyediakan seluruh tenaga dan semangatnya bagi penciptaan-penciptaan baru dan mode-mode baru untuk diwariskan kepada generasi di kemudian hari dengan harapan bahwa brand sutra Ha Dong terus menggeliat lebih jauh.
Vietnamese
中文
日本語
한국어
Français
Русский
Deutsch
Español
Bahasa Indonesia
ไทย
ພາສາລາວ
ខ្មែរ
