
Setelah pembebasan total Vietnam Selatan, pemerintahan merangsang rakyat belajar, Lam Es mempunyai syarat dan semakin bertekad belajar lagi. Sebagai guru muda yang berprestise di daerah, dia diangkat untuk bekerja di Dinas Pendidikan provinsi Hau Giang. Bekerja sambil menyelesaikan program belajar di tingkat sekolah menengah atas, lalu perguruan tinggi, bersamaan itu mengumpulkan dokumen dan pengalaman mengajar untuk mensistimatikkannya menjadi buku membimbing pengajaran bahasa Khmer untuk para kader muda. Dari tahun 1992, dia memegang jabatan Wakil Kepala Dinas Pendidikan dan Pelatihan provinsi Soc Trang tetapi tetap rajin dengan pekerjaan menyelesaikan perangkat buku pengajaran bahasa Khmer. Proyek ini dimasukkan oleh Kementerian Pendidikan dan Pelatihan Vietnam untuk mengajar pelajar Khmer daerah Nam Bo di sekolahan dan sekolahan internat.
Dengan banyak upaya, pada tahun 2002, Lam Es mendapat kehormatan mencapai gelar Guru Rakyat pertama di daerah dataran rendah sungai Mekong yang diberikan oleh Negara Vietnam. Pada tahun 2003, dia pensiun, tapi tetap memberikan andil kepada instansi pendidikan dengan martabat sebagai Ketua Asosiasi Penyuluhan Belajar provinsi Soc Trang. Bapak Ly Ro Tha, Wakil Kepala Dinas Pendidikan dan Pelatihan provinsi Soc Trang memberitahukan bahwa provinsi ini sedang meminta kepada Negara supaya memberikan Penghargaan Ho Chi Minh kepada pak guru Lam Es. Dia mengatakan: “Provinsi Soc Trang baru-baru ini juga memilih pak guru Lam Es untuk dipelajari oleh Negara guna mendapat Penghargaan Ho Chi Minh karena dia memiliki buku- buku pengjaran bahasa Khmer dan buku-buku untuk para pelajar dari tingkat sekolah dasar sampai sekolah menengah pertama. Selama memegang jabatan sebagai Ketua Asosiasi Penyuluhan Belajar provinsi Soc Trang dia juga berhasil menggerakkan para dermawan untuk membantu anak-anak yang menjumpai kesulitan, menambah tenaga kepada mereka untuk mencapai hasil baik dalam belajar”.
Kisah belajar sepanjang hidup dari pak Guru Rakyat Lam Es dia jelaskan secara sederhana. Yaitu karena dia mengukir ajaran Presiden Ho Chi Minh bahwa “satu bangsa yang bodoh adalah satu bangsa yang lemah”. Presiden Ho Chi Minh menilai sangat tinggi peranan pendidikan terhadap kemakmuran Tanah Air dengan tugas meningkatkan moral dan kecerdasan rakyat, mendidik sumber daya manusia dan memupuk talenta. Ini merupakan tenaga pendorong dari perkembangan, membawa Tanah Air mencapai kemakmuran. Guru Rakyat Lam Es mengatakan: “Saya mengharapkan agar seluruh Partai Komunis dan seluruh rakyat ikut memberikan penyuluhan belajar, bakat dan membangun masyarakat belajar. Saya mempunyai cara belajar sendiri yaitu belajar untuk menjadi manusia, belajar untuk menjadi warga. Kalau masih hidup, saya akan terus belajar dan terus bertindak lagi”.
Pada waktu masih hidup, Presiden Ho Chi Minh selalu menjunjung tinggi daria seorang missi guru. Untuk menyelesaikan missi yang cemerlang itu, Guru Rakyat Lam Es selalu berupaya belajar seluruh hidup dan memberikan andil sepenuhnya kepada usaha pendidikan.
Vietnamese
中文
日本語
한국어
Français
Русский
Deutsch
Español
Bahasa Indonesia
ไทย
ພາສາລາວ
ខ្មែរ
