(VOVworld) – Saya sangat ingin hidup dengan perlindungan alam sekitar. Saya menginginkan hal-hal yang sederhana dan semakin sedikit orang yang tahu saya semakin baik. Saya sepertinya gandrung dengan daerah bumi ribuan bunga ini dan menggemari secara asyik kebudayaan warga etnis minoritas K’Ho. Memang ketika berdiri di tengah-tengah beberapa puluh personil, ada sedikit orang yang bisa tahu akan komponis Van Tuan Anh yang sekaligus adalah pemilik desa yang bernama Cu Lan, tempat yang mengukir secara mendalam selar budaya warga etnis minoritas K’Ho.

Selama masa lebih dari 2 tahun ini, dia telah mengubah zona tanah yang luasnya 5.000 meter per segi diantara 27 hektar di kabupaten Lac Duong menjadi tempat hiburan yang fasilitas tapi, ruang di sekitarnya tetap mempertahankan ciri primitif. Seluruh areal sisanya, dia tidak melakukan pembangunan, tapi disediakan untuk memulihkan pohon hutan dan berbagai jenis bunga liar yang pernah ada, mengembalikan ruang sebenarnya kepada pesta-pesta yang mirakel “Ninh Nong” pada waktu senggang yang akan direvitalisasinya pada waktu mendatang.
Di tengah-tengah sinar matahari yang panas terik dengan sosok tubuh yang kecil, tapi Van Tuan Anh tetap bekerja bersama dengan para personilnya. Kadang-kadang menyambut tamu, kadang-kadang membawa masakan kepada tamu atau dengan diri sendiri mengatur kembali ruangan pameran produk suvenir. Semua produk suvenir yang diperkenalkan dan dijual di desa Cu Lan seperti lonceng angin, tas kain ikat, topeng dari kayu dan lain-lain, semuanya dibuat oleh warga etnis minoritas K’Ho.

Van Tuan Anh mencintai keindahan dari arsitektur ketika berbaur pada alam sekitar dan merasa kembali menjadi muda dapat menemukan alam sekitar yang masih liar, lebih mengerti kebudayaan rakyat berbagai etnis di daerah Tay Nguyen. Justru karena cintanya pada keindahan, maka komponis, pencipta lagu-lagu: “Bayangan ibu yang jauh”, “Asmara samudera”, “Seperti belum pernah jatuh cinta pada Kakanda” tetap tidak melupakan musik ketika sibuk dengan pekerjaan di desa Cu Lan. Dan lagu yang berjudul “Hati Cu Lan” dengan irama yang sehat, lirik yang sederhana tetap bergema di hutan pohon cemara yang membentang luas, tempat yang punya seorang komponis yang meninggalkan perkotaan untuk datang ke hutan./.
Vietnamese
中文
日本語
한국어
Français
Русский
Deutsch
Español
Bahasa Indonesia
ไทย
ພາສາລາວ
ខ្មែរ
