Dalam satu perkembangan terkini, Pemerintah pimpinan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra pada hari Selasa (26 November) memulai perdebatan untuk pemungutan suara atas mosi tak percaya dengan interpelasi yang diajukan oleh 20 legislator oposisi. Pemungutan suara atas mosi tak percaya kali ini bersama dengan petisi tuduhan terhadap Perdana Menteri dan para anggota Pemerintah adalah tekanan-tekanan yang dikeluarkan oleh faksi oposisi untuk menggulingkan Pemerintah pimpinan Perdana Menteri wanita Yingluck Shinawatra
Sebab musabab dan polarisasi di kalangan masyarakat Thailand
Bisa dilihat, semua yang bersangkutan dengan Thaksin sampai sekarang tetap menjadi salah satu kesensitifan politik yang paling besar di Thailand. Thaksin Shinawatra-lah yang merupakan penyebab utama yang menciptakan polarisasi masyarakat yang mendalam di Thailand dan merupakan asal-usul dari kekacauan-kekacauan politik di negara ini selama bertahun-tahun ini. Mantan PM Thaksin Shinawatra dicintai oleh jutaan orang miskin dengan kebijakan-nya yang pro rakyat, akan tetapi tidak mendapat dukungan dari keluarga Kerajaan, tentara dan lapisan menengah.
Pada tahun-tahun lalu, orang menyaksikan banyak konfrontasi antara kekuatan pendukung Thaksin Shinawatra (faksi Baju Merah) dan berbagai unsur penentang –nya (faksi Baju Kuning). Semua konfrontasi itu telah menimbulkan instabilitas politik, mengakibatkan adanya perubahan kekuasaan terus-menerus, berpengaruh berat terhadap perekonomian dan kehidupan rakyat di Kerajaan Pagoda Emas ini. Meskipun mencapai kemenangan yang meyakinkan dalam pemilu dua tahun lalu dan pada kenyataan-nya telah menyelenggarakan Thailand menjalani periode damai yang paling panjang pada tahun-tahun belakangan ini, akan tetapi justru masalah yang bersangkutan dengan Thaksin telah berkali-kali membuat Pemerintah pimpinan ibu Yingluck Shinawatra terguncang-guncang
Apakah skenario 2010 terjadi lagi?
Partai Demokrat oposisi sedang memainkan peranan kunci dalam melakukan demonstrasi-demonstrasi anti Pemerintah Thailand sekarang. Sampai sekarang, semua demonstrasi tetap terus terjadi relatif damai, tetapi jelas-lah bahwa opini umum tidak bisa menghindari kecemasan tentang skenario demonstrasi- demonstrasi berdarah yang terjadi pada 2010 ketika lebih dari 90 orang demonstran Baju Merah tewas, karena eskalasi ketegangan dalam penindasan yang dilakukan Pemerintah pimpinan Partai Demokrat pada waktu itu. Menghadapi tekanan yang semakin meningkat dari kekuatan penentang sekarang, Perdana Menteri wanita Yingluck Shinawatra di satu segi menyerukan kepada kaum demonstran supaya mengekang diri dan menegaskan bahwa Pemerintah tidak menggunakan kekerasan untuk menghadapi semua demonstrasi, siap melakukan dialog, melakukan perbahasan dengan semua faksi untuk memecahkan masalah instabilitas politik di Thailand sekarang, di lain segi dengan tegas menerapkan Undang-Undang tentang Keamanan Domestik untuk menindas semua tindakan yang mengacau Pemerintah dan mengancam keamanan nasional
Uji coba terhadap Perdana Menteri Yingluck Shinawatra
Melihat kembali tahun 2012, Perdana Menteri Yingluck Shinawatra pernah secara mudah mengatasi mosi tak percaya di Parlemen yang dimulai oleh para legislator oposisi dengan tuduhan bahwa Pemerintah tidak mampu menangani korupsi, maka sekarang, para analis tetap masih percaya pada kemampuan menjadi pulih dari ibu Yingluck dalam gejolak politik kali ini. Ditambah lagi, perihal Partai Demi Negara Thailand yang berkuasa sedang menduduki keunggulan di Parlemen akan menjadi salah satu diantara faktor- faktor yang merintangi semua upaya untuk mernimbulkan ketidak-untungan terhadap Perdana Menteri wanita pertama di daerah Pagoda Emas ini./.
